Author Archive

Virtual Open Day SAE dan Tur Kampus

Posted by:

Pada 27-28 Juni kemarin, untuk pertama kalinya SAE Indonesia menyelenggarakan Virtual Open Day. Kegiatan ini perlu diadakan untuk menjawab kebutuhan insan-insan kreatif masa depan menemukan arahnya dengan belajar di SAE. Pandemi tidak menjadi halangan bagi kami untuk menyediakan yang terbaik untuk kemajuan pengetahuan dan industri media kreatif. Kegiatan selama 2 hari ini menggunakan aplikasi Zoom dan  terbagi dalam beberapa sesi, yaitu:

 

 

Selanjutnya →

0

Renthouse Project’s: Jamblang Squad. Podcastnya anak SAE ni!

Posted by:

 

 

Halo semua! Sudah pada tahu belum kalau mahasiswa SAE punya podcast yang seru dan lucu? Namanya Renthouse Project’s: Jamblang Squad.

 

Renthouse Project itu sendiri  adalah label indie bentukan Naufal Fahrezi dan Daffa Pranadjaja, keduanya adalah mahasiswa semester 4 program Music Business SAE Indonesia. Renthouse Project menaungi band-nya Naufal: Ufuk Timur dan proyek solo Daffa. Ada juga solois-solois lain yang tergabung dalam label ini.

 

Awalnya Naufal dan Daffa membuat podcast untuk tugas kuliah dan setelah itu mereka jeda selama setahun. ...

Selanjutnya →
0

DIBUKA PENERIMAAN MAHASISWA BARU 2020

Posted by:

Operasional kampus SAE telah dibuka kembali hari ini. Terima kasih atas semua permintaan informasi ataupun kontak lainnya selama libur Idul Fitri. Mohon bersabar, kami akan membalasnya segera.

Bagi yang ingin berkonsultasi dengan tim admisi silakan mengisi formulir ini untuk mendapatkan jadwal konsultasi.

0

Sven Pape, Editor Film.

Posted by:

Sven Pape adalah editor film peraih nominasi Best Edited reality series American Cinema Editor (A.C.E) tahun 2010. Ia pernah bekerjasama dengan sutradara ternama James Cameron( Terminator 1 & 2, Titanic), Mark Webber, Joseph Gordon-Levitt, James franco, dan pernah menyutradarai film L.A. Twister pada tahun 2004. Selain itu ia memiliki kanal YouTube sendiri bernama This Guy Edits (TGE) yang mengulas dan mengupas berbagai teknik editing dan storytelling film. Sven sudah terbiasa bekerja dengan sistem online karena ia sering ...

Selanjutnya →
0

Wisnu Ikhsantama: Record Producer dan Mixing Engineer untuk .Feast, Hindia, dan Barasuara

Posted by:

Wisnu Ikhsantama adalah alumni Audio SAE Indonesia. Kini Wisnu bekerja sebagai Record Producer dan Mixing Engineer untuk .Feast, Hindia, Barasuara, dan Glaskaca. Berikut wawancara Wisnu dengan mahasiswa Audio SAE Indonesia Khalid Jaladian seputar pengalamannya berkuliah di SAE Indonesia.

 

Kapan masuk SAE?

Saya lulus SMA  tahun 2012, tapi daftar di SAE dari 2011 di JAPEX (pameran alat-alat music di PRJ). Dari SMA minat saya sudah ke audio engineering dan music production. Sejak kelas 3 SMP saya sudah suka main ke ...

Selanjutnya →
0

How to Jump In As A Feature Film Director

Posted by:

Sabrina Rochelle Kalangie adalah sutradara muda yang pada Januari lalu merilis film panjang pertamanya, Terlalu Tampan. Sebelum itu ia bekerja di rumah produksi Visinema pimpinan Angga Dwimas Sasongko dan diercaya untuk menyutradarai Filosofi Kopi The Series. Awalnya Sabrina bekerja sebagai desainer grafis di Visinema, namun dengan tekadnya ia bisa meraih mimpinya sebagai filmmaker. Berikut wawancara mahasiswi film SAE Indonesia Joan Elizabeth dengan Sabrina di Live Instagram @saejakarta (14/5).

 

Halo Kak Sabrina, bisa diceritakan bagaimana awal mula kakak bisa ...

Selanjutnya →
0

SAE Pathway Australia Experience

Posted by:

Annabel Djamardi adalah mahasiswi Animasi SAE Indonesia yang mengikuti program Pathway Australia. Jika terpilih untuk mengikuti program ini, siswa/i akan kuliah selama 12 bulan di SAE Indonesia dan 16-20 bulan di SAE Australia. Berikut wawancara Ochi mahasiswi Animasi SAE Indonesia dengan Annabel di Live Instagram @saejakarta (12/5) mengenai pengalamannya selama mengikuti program ini.

 

Halo Annabel, pertama-tama aku mau nanya apakah perkuliahan disana banyak dikompres atau tidak?

Tidak terlalu, karena pelajaran di SAE Australia tidak seketat di SAE Jakarta. ...

Selanjutnya →
0

Pitching untuk Produser (Bagian II)

Posted by:

Di artikel sebelumnya Ryoichi Hutomo sudah menjelaskan tentang apa sebenarnya pitching itu dan bagaimana membuat konsep pitching yang baik. Setelah melakukan pitching konsep, kemudian berlanjut dengan pitching budget. Budget yang diajukan kepada client itu kemungkinan besar akan ditawar oleh mereka. Sementara itu, PH harus bisa membayangkan bagian mana dari konsep yang perlu dikurangi, dan bagian mana yang perlu ditambahkan. Dan menurut Ryoichi, tugas produser lah untuk mengarahkan. “Misalnya dari specnya kita pakai alat yang seperti ...

Selanjutnya →
0
Page 1 of 2 12