Blog

Blended Learning SAE Indonesia

Posted by:

Sejak memasuki semester baru pada 30 Maret kemarin, SAE Indonesia telah menerapkan metode Blended Learning. Sistem ini diterapkan karena pandemi COVID-19 sedang meningkat pada waktu itu; bahkan sampai hari ini pun angka orang-orang yang positif terinfeksi virus itu belum bisa ditekan. Untungnya karena kemajuan teknologi dan karena SAE adalah kampus media kreatif terdepan dan berskala global, aktivitas belajar mengajar di masa pandemi ini  tidak sepenuhnya terkendala. Namun apa sih Blended Learning itu?

 

Menurut pakar pendidikan Margaret Driscoll, Blended Learning itu mempunyai 4 konsep, yakni:

  • Blended Learning adalah pembelajaran yang menggabungkan berbagai teknologi berbasis web; untuk mencapai tujuan pendidikan
  • Blended Learning adalah gabungan berbagai pendekatan pembelajaran yang optimal, dengan atau tanpa teknologi pembelajaran
  • Blended Learning adalah kombinasi format teknologi pembelajaran seperti video tape, CD-ROM, web based training, dan film dengan pembelajaran tatap muka
  • Blended Learning menggabungkan teknologi pembelajaran dengan perintah tugas kerja aktual untuk menciptakan pengaruh yang baik pada pembelajaran dan tugas

 

Sebagian besar pengajaran di SAE adalah kelas praktik. Untuk kelas teori, kami sementara menggunakan aplikasi Zoom sebagai medianya; dengan integrasi teori yang terencana sehingga mahasiswa/i bisa mengerti modul praktikal dengan baik. Pada awal masa pemberlakukan PSBB bulan Maret-April, pemerintah menghimbau keras kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang, termasuk kegiatan pendidikan di tiap jenjang dari TK sampai Perguruan Tinggi. Namun setelah keluar Surat Edaran Sekjen Kemendikbud No. 15 tahun 2020 yang isinya adalah pedoman pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR),  juga berisi tentang panduan kegiatan pembelajaran saat satuan pendidikan dibuka kembali, peraturan tentang berkumpul di lembaga pendidikan dapat sedikit ‘dilonggarkan’. Karena titik berat pendidikan di SAE adalah praktikum, kami menafsirkan kata dilonggarkan ini sebagai angin segar untuk pembukaan kembali kelas praktik yang sudah tertunda selama 4 bulan (Maret-Juli). Untuk saat ini sebenarnya di SAE pun sudah memperbolehkan mahasiswa untuk datang ke kampus dengan tujuan mengikuti Ujian Akhir Semester berbasis praktik. Tentunya dengan prosedur yang ketat, misalnya sehari sebelumnya mereka harus mengisi formulir  permohonan untuk menggunakan fasilitas kampus; serta tidak boleh lebih dari 5 orang dalam 1 ruangan atau kegiatan. Harus selalu memakai masker dan mencuci tangan, dan tidak boleh berkumpul santai-santai dalam waktu lama di dalam lingkungan kampus.

Tahun ajaran baru di SAE Indonesia akan dimulai pada 14 September 2020. Kemungkinan besar  kelas teori akan tetap dilakukan secara daring, dengan memanfaatkan aplikasi yang tersedia. Perlu diketahui bahwa SAE Indonesia mempersiapkan sistem Blended Learning ini dengan serius  dan mahasiswa juga akan lebih banyak mendapat keuntungan dalam teori, dan juga mendapat waktu yang sesuai untuk praktikum.

Pada 15 Juli kemarin Satgas Pengawas PSBB Transisi DKI Jakarta datang ke SAE untuk memastikan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 di lingkungan kampus berjalan sesuai aturan; dan kami mendapat sinyal bahwa kampus kami memang memenuhi standar untuk membuka kembali kelas praktik. Hal ini menjadi kabar yang sangat baik; tentunya dengan tidak melupakan aturan Jarak Fisik. Dengan begitu maka kesempatan untuk mempraktikkan metode Blended Learning ini bisa semakin optimal.

0

About the Author:

Content Writer SAE Indonesia
  Pos Berhubungan
  • No related posts found.

Add a Comment


× Live Chat