Blog

Industri Musik Saat Ini (Bagian I)

Posted by:

Siapa yang tidak tahu Soundrenaline dan Synchronize Fest? Kalaupun belum pernah datang ke 2 acara musik besar se-Indonesia itu, Generasi Milenial dan Generasi Z pasti pernah mendengar namanya. Nah, di balik kesuksesan 2 acara itu ada peran Rizky Aulia, atau kerap disapa Ucup. Ucup adalah Programme Director untuk Synchronize Fest dan Kurator untuk Soundrenaline. Selain menjadi orang di balik layar untuk 2 acara itu, Ucup juga menjadi manager untuk beberapa musisi seperti Barasuara, Danilla Riyadi, Andika Mahesa, dll.

“Manager adalah garda terdepan suatu band,” kata Ucup pada Virtual Open Day SAE Indonesia (9/8/2020). Maka dari itu peran Manager sangat penting dalam industri musik. Masyarakat mungkin melihat pekerjaan Manager band itu mudah, padahal sebenarnya sangat menantang karena, selain menangani aspek legalitas, yang terpenting adalah bagaimana Manager bisa membuat band itu terkenal; menawarkan band kepada promotor-promotor, harus ‘sok asik’ agar kenal banyak orang dan band itu bisa manggung di banyak tempat, dll.

Garis besar industri musik pun sudah banyak berkembang dan pasti akan terus berubah. Konsep yang menjadi tren satu dekade lalu, bisa jadi pada era ini sudah ketinggalan jaman. “Disebut industri kreatif karena orang-orang yang terlibat selalu punya cara yang unik dalam mengembangkan ide sampai akhirnya bisa diterima,” kata Boim Sulistio, Head of Music Business Department SAE Indonesia. Apalagi teknologi semakin maju;  dengan  menggabungkan teknologi dan platform baru yang ada, kata Boim,  ide dan kreatifitas semakin mudah untuk bisa dikembangkan dan tentu dapat meningkatkan semangat para pelaku industri kreatif.

Salah satu konsep yang mulai tergerus zaman adalah konsep Do It Yourself (DIY). “Menurut saya DIY tidak bisa dilakukan lagi karena sekarang semuanya serba kolaborasi,” kata Ucup. Untuk mencapai jenjang tertinggi dalam karier bermusik, saran Ucup, musisi harus pandai-pandai mencari kolaborator.  Barasuara bisa mencapai tingkat seperti sekarang juga karena kolaborasi dengan Efek Rumah Kaca di salah satu acara musik di bilangan Pancoran, Jakarta Selatan. Dari kolaborasi itu, kata Ucup, nama Barasuara melambung karena orang melihat musik yang diusung mereka itu ‘fresh’ , berbeda dari band-band yang sudah eksis sebelumnya. Ucup mengambil contoh dengan program studi-program studi di SAE (Audio, Film, Animasi, Music Business). Keempat program studi itu semuanya terhubung dan pasti akan mengadakan project bersama. Keempatnya berkesinambungan. “Tidak ada lagi eksklusifitas, harus lebih fleksibel dan terbuka terhadap segala bentuk kolaborasi.”

Selain kolaborasi, untuk bisa maju dan berkibar dalam industri musik, musisi harus punya karakter. Yang dimaksud karakter adalah penampilan yang berbeda dengan penampilan artis/musisi yang sudah ada sebelumnya. Dari perbedaan karakter itu, musisi akan bisa lebih cepat dikenal oleh publik. Sebab kalau meniru penampilan band/musisi yang sudah ada, untuk selamanya tidak akan bisa menyamai tingkat band/musisi yang ditiru tersebut. Sebelum dipegang oleh Ucup, Danilla Riyadi ingin menjadikan karakternya sebagai solois wanita yang cantik dan anggun, seperti Raisa atau Isyana Sarasvati. “Saat saya pegang, saya tidak ingin dia berkarakter seperti itu. Padahal aslinya Danilla itu kan suka ngomong sembarangan dan suka alkohol, jadi kenapa tidak memakai karakter yang apa adanya saja,” kata Ucup. Alhasil, jalan yang Danilla tempuh itu lebih lapang dan tidak perlu bersaing dengan solois-solois wanita yang memilih karakter cantik dan anggun. Bagusnya lagi, Danilla bisa mencapai level yang sama dengan mereka dan karakternya bisa diingat orang dalam jangka waktu yang lama.

 

Ucup memaparkan beberapa musisi yang memiliki karakter dan mencuat di industri musik dalam negeri:

  • Endah N Rhesa. Dari awal kemunculannya pada tahun 2009, musik Endah N Rhesa menjadi ukuran; penyelenggara event kerap meminta musisi yang bisa memainkan musik akustik manis. Alat musik yang dibutuhkan hanya gitar dan bas saja. Dari segi budget, biaya yang dikeluarkan promotor bisa lebih murah daripada menyewa full band.
  • Payung Teduh
  • Fourtwnty. Karya yang baik, karakter spesial, dan aksi panggung yang menyenangkan; membuat nama Fourtwnty menjadi besar di industri musik Indonesia. Tidak kurang dari 5000 orang yang hadir ketika mereka manggung. “Terakhir mereka manggung di salah satu sajian streaming produk rokok itu 23.000 orang yang nonton. Walaupun gratis  tapi sudah sebesar itu pasar penikmat Fourtwnty.”
  • Barasuara
  • Kelompok Penerbang Roket
  • .Feast
  • Tulus
  • Hindia
  • Ardhito Pramono
  • Pamungkas

 

Musisi-musisi itu bisa seterkenal sekarang karena mereka punya identitas sendiri, tidak mengekor musisi yang sudah ada melainkan mengadaptasi beberapa hal yang sudah dihasilkan oleh pendahulu-pendahulu mereka, meramu, dan menyajikan ‘masakan’ mereka sendiri.

Ada satu hal di industri musik yang perubahannya cukup drastis: penjualan album. Kini merilis album musik tidak menjadi sebuah keharusan, karena dengan fasilitas-fasilitas yang ditawarkan sekarang ini (seperti Digital Streaming), masyarakat lebih memilih untuk mendengarkan satu demi satu lagu dibandingkan mendengarkan keseluruhan album. Mereka yang lahir tahun 2000 ke atas sudah tidak terlalu akrab dengan CD atau CD Player. “Karena industri berubah,  kesempatan juga ikut berubah. Tapi sebenarnya tujuannya tetap sama: mengubah industri itu sendiri,” ujar Ucup. Maka adaptasi di dalam industri menjadi penting, sebab jika pola industri berubah, seseorang akan siap dan berpikiran terbuka untuk mengikuti arus zaman. Selain adaptasi itu baik untuk perjalanan karier, seseorang dapat berinovasi dan mendapatkan cara berpikir yang baru. “Intinya, jangan cepat berputus asa di dalam industri,” tutup Ucup.

 

0

About the Author:

Content Writer SAE Indonesia
  Pos Berhubungan
  • No related posts found.

Add a Comment


× Live Chat