Blog

Industri Musik Saat Ini (Bagian II)

Posted by:

Berikut adalah tanya jawab Rizky Aulia alias Ucup dengan peserta talkshow ‘Industri Kreatif Saat Ini’ di Virtual Open Day SAE (9/8/2020).

 

Di tengah mudahnya akses digital sekarang, bagaimana promo plan yang efektif untuk musisi baru  atau musisi lama untuk muncul ke permukaan kembali, di luar faktor karakter yang berbeda?

Promo plan itu adalah hal yang mesti dilakukan ya dan itu dilakukan dengan melihat momen di industri sekarang ini. Bisa melihat ke kesempatan yang ada ya, misalnya berhubungan dengan materi lagu, seberapa sering si artis itu dilihat orang dan memicu rasa penasaran orang-orang. Karakter itu juga termasuk dalam promo plan. Misalnya promo plan itu tidak berhasil, bisa dievaluasi apa yang bikin tidak berhasil. Bisa dari materi lagunya atau belum manggung di tempat-tempat yang bisa memancing antusiasme. Nah, banyak band baru yang menganggap kalau manggung di festival bisa cepat membuat terkenal; itu salah kaprah. Festival itu adalah stage terakhir, harus menjalani proses sebelum manggung di sebuah festival. Kalau bisa perkuatlah basis penggemar dulu baru setelah itu menjajal panggung festival, agar lebih memancing rasa penasaran orang. Misalnya .Feast, yang sudah saya ajak manggung sejak tahun 2013. Sampai saat itu mereka sudah jadi home band saya di 365 bar, kemang. Selain saya suka musik dan karakternya, setiap kali mereka manggung itu anak-anak kampusnya selalu datang untuk menonton. Di situlah terdapat nilai plus yang akan dipandang oleh promotor. Kalau ngomongin faktor di luar karakter, ya harus menciptakan komunitas sendiri. Barasuara pun juga seperti itu. setelah komunitas, materi lagu juga penting. Harus bikin karya yang bisa dinikmati orang banyak.

 

Apa kendala terbesar dari pekerjaan di balik layar?

Kalau bisa dibilang kendala; ketika menemukan hal baru, tidak langsung bisa saya kerjakan. Pasti melewati satu kesalahan dulu, baru menjadi bisa.

 

Tips untuk musisi daerah untuk bisa menjangkau industri musik skala nasional dan bersaing dengan band-band dari Jakarta? Apakah ada contoh kasus band-band daerah yang berhasil menjangkau industri musik nasional?

Kalau contoh kasusnya ada Shaggy Dog atau Superman is Dead yang berhasil menaklukkan ibukota tanpa harus hijrah ke Jakarta. Walaupun tetap saja mereka harus berteman dengan kalangan di Jakarta. SID harus masuk ke sony music dulu baru bisa menjadi sebesar sekarang. Yang bikin lebih besar lagi saat SID dan shaggy dog berkolaborasi. Kalau di ranah pop banyak sekali yang hijrah ke Jakarta, contohnya Kangen Band. Tetap ada proses yang mengharuskan mereka tinggal lama di Jakarta. Karena tidak bisa dipungkiri, semua informasi pasti menumpuk di Jakarta, baru keluar ke daerah-daerah. Kalau membicarakan menjangkau secara nasional itu mau tidak mau ya harus merambah ibukota si, karena semua media besar kan markasnya di Jakarta. Ada juga band dari Jogja yang stay di Jakarta tapi belum mencapai titik yang mereka inginkan, contohnya Tashoora. Tapi paling tidak mereka mendapatkan kesempatan lebih karena pindah ke Jakarta. Karena ada kendala teknis; misalnya mereka tetap stay di Jogja, jika ada yang mengundang maka cukup memberatkan panitia karena harus mempersiapkan akomodasi lebih. Dengan pindah ke Jakarta, mereka lebih banyak punya kesempatan manggung dan dikenal secara nasional karena salah satunya ya tidak adanya hambatan akomodasi. Atau kalau mau stay di daerahnya, cari seseorang yang bisa membuka pintu untuk menuju ke Jakarta (industri). Di setiap daerah kan pasti ada local heroes-local heroes yang bisa memuluskan jalan menuju ke Jakarta.

 

Ada tidak rencana kolaborasi dengan festival-festival di daerah?

Mungkin akhir tahun ini akan ada beberapa event kolaborasi.

 

Seberapa penting peran media sosial membantu band/musisi agar diperhatikan oleh banyak kalangan?

Peran media sosial sangat penting saat ini ya. karena itu corong komunikasi musisi/band untuk dilihat dan dinilai oleh banyak orang. Musisi yang berhasil banget dengan sosial medianya saat ini salah satunya adalah Hindia. Itu juga yang terjadi dengan .Feast sebelumnya. Media sosial .Feast dan media sosial Baskara sama-sama besar dan akhirnya Baskara/Hindia lebih bisa dinikmati banyak kalangan daripada feast.

 

Apa saja yang dibutuhkan untuk membangun dan memperbesar suatu event?

Sama seperti musik; dibutuhkan karakter yang berbeda dari event yang sudah ada. Tapi kalau mau memulai event yang, misalnya, skala mahasiswa, agar eventnya bisa berjalan maka yang dbutuhkan adalah riset. Karena beberapa penyelenggara kampus, saat mereka membuat event, mereka tidak terlalu riset. Karena sebelum membuat event, penyelenggara perlu tahu dulu event yang mau dibuat itu skalanya seperti apa. sebelum menentukan bintang tamu tidak ada salahnya riset ke teman-teman terdekat, bagaimana caranya supaya teman-teman dekat itu mau datang dan membeli tiket. Setidaknya main aman dulu sebelum bermain karakter. Synchronize dulu juga seperti itu. Kalau sudah riset baru set RAB, anggaran biaya, dll. Tapi jangan mengharapkan dari sponsor. Sebaiknya diatur dengan anggaran biaya segini, band apa saj yang mau diundang, target berapa orang, dan dari situ tentukan harga tiket. Begitulah caranya supaya tidak rugi di penyelenggaraan pertama. Misalnya biaya yang dbutuhkan 100 juta, target 1000 orang. jadi harga tiketnya 100k per orang, itu biar tidak merugi, tanpa adanya sponsor.  Kalau berharap sama sponsor  bisa jadi hal klise karena tidak pernah tahu kapan sponsor mau masuk.

 

Dari industri-industri konser Indonesia, apakah SDM-nya sudah cukup bagus? Apakah mungkin untuk hidup sebagai orang di belakang layar di dalam industri musik?

Sangat mungkin. Yang saya inginkan adalah terjadi regenerasi. SDM banyak kok yang profesional; yang menggantungkan nasib di industri event. Sekarang bbanyak bermunculan promotor-promotor baru yang berani bermain konten lokal maupun internasional. Di industri balik layar kan peranannya banyak juga, tidak Cuma menjadi promotor. Bisa jadi stage management, lighting designer, sound engineer, visual jockey, dan masih banyak lagi. SDM di balik layar itu sebenarnya banyak, Cuma orang belum melihat industri di balik layar itu pantas dijadikan sebuah karier, padahal cukup menjanjikan.  Baru setahun belakangan ini orang-orang mulai melihat kesempatan karier di industri balik layar. Lulusan SAE saja kan banyak yang jadi soundman papan atas. Bisa jadi jenjang karier yang baik jika konsisten menjalankannya.

0

About the Author:

Content Writer SAE Indonesia
  Pos Berhubungan
  • No related posts found.

Add a Comment


× Live Chat