SAE Indonesia - Perguruan Tinggi & Pelatihan Media Kreatif

Blog

LESTARI (Final Project by: Wendha Theadora)

Posted by:

 

Apakah kalian percaya dengan reinkarnasi?

Ketika seseorang meninggal, terlebih jika itu adalah keluarga  atau seseorang yang kita kasihi, maka yang tertinggal hanyalah kenangan. Sudah tentu kita tidak akan merasakan fisiknya kembali; tapi bisa saja di hati kita terselip harapan akan bisa bertemu dengannya lagi, suatu ketika. Jiwa seseorang itu akan mendengar doa kita,  dan ia akan diberi kesempatan oleh Tuhan untuk hidup lagi di dunia. Tapi bagaimana jika ia mewujud menjadi sesuatu yang asing; yang bukan manusia?

Sampai saat ini belum ada pembuktian ilmiah apakah reinkarnasi itu nyata. Konsep reinkarnasi dikenal dalam ajaran agama Hindu, Buddha dan aliran-aliran kepercayaan, yang diyakini oleh mayoritas pemeluknya. Kisah-kisah tentang reinkarnasi juga sering diceritakan turun temurun oleh para pendahulu kita. Kisah-kisah magis yang kita dengar sedari kecil itu dapat membekas dalam diri kita. Merujuk pada ajaran-ajaran kuno dan dongeng-dongeng yang menyertainya, ketika ruh manusia bereinkarnasi, ia dapat menjadi makhluk hidup dalam bentuk apapun.

Sampai ratusan tahun kemudian, dongeng-dongeng ini tetap melekat. Dan begitu juga yang dipercayai oleh Wendha Theadora, mahasiswi program Film SAE Indonesia. Wendha mempercayai mitos jika ada anggota keluarga yang meninggal, mereka akan kembali ke rumah; dalam bentuk kupu-kupu. Maka dalam final-projectnya ia mengangkat tema ini.

‘Lestari’ adalah kisah seorang perempuan yang percaya neneknya telah bereinkarnasi menjadi luwing (kaki seribu). Lastri -nama perempuan itu- belum pernah mendengar tentang reinkarnasi; sampai ketika luwing-luwing ini mulai bertebaran di rumahnya, bahkan masuk ke dalam kotak perhiasan sang nenek, barulah ia yakin bahwa itu adalah jelmaan neneknya.

 

Luwing

 

Lastri bersama suaminya menempati rumah sang nenek. Rumah antik yang jauh dari keramaian. Saat suaminya pergi bekerja, Lastri, yang sangat dekat dengan mendiang neneknya, kerap mengenang melalui barang-barang dan kenangan suatu momen bersama. Luwing-luwing itu diajak berkomunikasi oleh Lastri layaknya manusia, sebab mereka hadir di sela kesepian Lastri. Suatu hari, salah satu dari luwing ini tidak sengaja terbunuh oleh suami Lastri, setelah tanpa sengaja ia menemukan surat penjualan rumah neneknya. Sang suami berusaha meredam kemarahan Lastri; alasan ia menjual rumah diam-diam adalah karena tidak punya tabungan lagi untuk masa depan.  Apakah Lastri akan memaafkan suaminya?

 

 

Wendha (kanan) saat proses syuting Lestari

 

Lala Jasin (kanan), alumna SAE Indonesia cum produser Lestari

 

 

Lastri

 

Selain sebagai final project untuk syarat kelulusan jenjang D3, Lestari adalah film fiksi pertama yang disutradarai oleh Wendha. Sebelumnya ia menyutradarai film dokumenter dan satu episode dari sebuah serial pendek. Sebagian besar kru Lestari adalah mahasiswa-mahasiswi SAE. Music Scoringnya dikerjakan oleh Geddi Jaddi Membummi, peraih SAE Alumni  Awards 2020 kategori ‘Best Audio Student Project’

‘Lestari’, yang dibintangi oleh Dea Panendra sebagai Lastri dan Bagus Ade Saputra sebagai Arya (suami Lastri) dapat ditonton di aplikasi GoPlay.

 

 

 

 

 

0

About the Author:

Content Writer SAE Indonesia
  Pos Berhubungan
  • No related posts found.

Add a Comment


× Whatsapp