SAE Indonesia - Perguruan Tinggi & Pelatihan Media Kreatif

Blog

Live Recording Zirah di Studio SAE Indonesia

Posted by:

Tanggal 4 April 2020 seharusnya menjadi hari yang bersejarah untuk Zirah, sebab mereka akan mengadakan sebuah pagelaran teatrikal untuk merayakan perilisan EP terbaru mereka. Tapi karena pandemi COVID-19, rencana itu harus ditunda untuk waktu yang tidak menentu. Belum lagi sang vokalis, Alyssa Isnan, memutuskan untuk keluar dari band setelah penundaan pagelaran itu. Sepeninggal sang vokalis, band asal Jakarta yang kini beranggotakan Raissa Faranda (gitar), Anissa Yasmin (bass) dan Talitha Mailangkay (drum), tidak berhenti berkarya.

Pada 31 Januari 2021, Zirah merekam salah satu single mereka yang berjudul ‘Bayangan Hidup’  secara Live di studio SAE Indonesia. Project ini juga adalah tugas akhir mahasiswa Audio semester 5 SAE, Ahmad Yusuf Ardisasmita atau yang biasa dipanggil Ucup pada mata kuliah Advanced Studio Production. Advanced Studio Production adalah kuliah lanjutan dari mata kuliah Studio Production di semester sebelumnya.

Pada kuliah Studio Production, mahasiswa belajar menggunakan mixer Audient di studio 2 SAE. Sedangkan di kuliah Advanced Studio Production mahasiswa belajar menggunakan mixer Neve di studio 1 SAE. Tujuan dari kuliah lanjutan adalah pengembangan teknik rekaman dan penguatan basic signal flow dari rekaman. Mahasiswa diharapkan dapat mengaplikasikan teori dasar rekaman menggunakan mixer apapun; karena kalau mahasiswa sudah menguasai teori dasar rekaman, mereka bisa memanfaatkan fitur-fitur yang ada di setiap mixer.

Project Zirah yang dikerjakan oleh Ucup ini dilakukan dengan teknik multi room recording, yaitu rekaman secara simultan dengan menggunakan 3 studio yang berbeda. Di SAE Indonesia terdapat 3 studio dan ketiganya terintegrasi satu sama lain. Tantangan dari project ini adalah bagaimana mengatur rekaman seefektif mungkin. Karena memakai studio yang berbeda-beda, mahasiswa harus teliti dalam penentuan channel dan diharuskan memberi alasan pada setiap keputusan saat rekaman, baik pada proses pra rekaman maupun selama produksi. Misalnya kenapa drum direkam di studio 2, atau kenapa vokal direkam di studio 3; mahasiswa harus bisa mempertanggungjawabkan dan mengemukakan alasan yang ilmiah. Tujuannya adalah agar mahasiswa bisa mengeksplorasi lebih jauh dari teori rekaman yang sudah dipelajari sebelumnya.

Selama kuliah di SAE Indonesia, Ucup pernah mengerjakan beberapa project dengan  musisi-musisi Indonesia. Ia pernah bekerja bersama Iga Massardi dari Barasuara pada event Pucuk Jam, rekaman album baru Base Jam, acoustic session Sandy Canester, annual concert sekolah musik Erwin Gutawa, virtual concert Djarum; dan ia sering diperbantukan di event Electronic Music Performance pada akhir kursus Electronic Music Production SAE Indonesia.

Rencana Ucup setelah lulus dari SAE adalah membantu menjalankan studio musik milik Raissa Faranda, gitaris Zirah dan juga mahasiswi Audio SAE. Ucup seringkali mengerjakan beberapa project bersama Zirah; Jadi, selain sudah menemukan chemistry, Ucup pun sudah memahami kebutuhan-kebutuhan audio Zirah. Ia juga akan bekerja freelance, serta ingin memiliki vendor sendiri yang fokus pada pengerjaan live recording.

 

Raissa Faranda

 

Anissa Yasmin

 

Talitha Mailangkay

0

About the Author:

Content Writer SAE Indonesia
  Pos Berhubungan
  • No related posts found.

Add a Comment


× Whatsapp