Blog

Proses Casting Pemeran Film

Posted by:

 

Casting adalah sebuah proses pemilihan aktor/aktris guna menemukan orang yang tepat untuk memerankan peran tertentu dalam film. Proses casting menjadi tahap awal yang penting dalam pembuatan film karena aktor/aktris yang cocok dengan perannya akan meningkatkan kualitas film. 

Proses ini dilakukan di tahap paling awal sebelum pembuatan film dimulai. Bagi direktur dan produser film-film besar, biasanya proses ini diserahkan ke agensi-agensi talent. Tapi untuk direktur dan produser film kecil, casting biasanya mereka lakukan sendiri.

Kalau seperti itu, bagaimana cara melakukan casting? Berikut ini adalah langkah-langkahnya.  

 

1. Persiapan Casting

Sebelum casting dimulai, bacalah kembali skenario yang sudah dibuat untuk film. Pahami segala hal tentang karakter yang akan dicari pemerannya, mulai dari latar belakang, kepribadian, dan motivasi karakter. Membaca skenario berkali-kali akan membuat kita menjadi lebih familiar dengan karakter dan mengerti imej seperti apa yang kita inginkan. Nantinya, hal ini akan membantu untuk memahami jenis aktor/aktris yang dibutuhkan.

 

2. Menentukan Tipe Audisi

Kamu harus menentukan tipe audisi, apakah itu audisi on-site (bertemu langsung) atau hanya rekaman saja. Audisi on-site akan membantumu lebih memahami aktor/aktris yang ikut audisi dan melihat langsung kecocokannya. Jika ingin melaksanakan secara on-site, gunakanlah lokasi dengan tingkat disrupsi yang rendah. Di sisi lain, audisi yang menggunakan rekaman bisa meraih aktor/aktris lebih banyak untuk ikut. Jika ingin menggunakan rekaman, maka tentukan jenis file apa yang kamu terima dan lewat mana harus mengirimkannya. 

 

3. Pengumuman Pelaksanaan Audisi

Pengumuman casting dibuat publik, biasanya melalui agen casting atau situs web casting online. Cantumkan informasi-informasi tentang karakter mencakup deskripsi karakter yang rinci. Tuliskan juga tipe audisi, jadwal audisi, lokasi audisi jika audisi adalah audisi on-site, dan kontak yang diperlukan untuk mendaftar atau bertanya informasi lanjut. Dengan begini, calon aktor akan lebih mudah dalam mengirimkan resume dan portofolio mereka.

 

4. Persiapan dan Pelaksanaan Audisi Awal

Sebelum audisi dimulai, berdiskusilah dengan tim dan tentukan poin-poin apa saja yang diinginkan untuk ada dari suatu karakter. Tulis semua kepribadian yang harus terlihat dalam sebuah karakter dan jadikanlah itu sebagai lembar penilaian. Dengan adanya daftar poin-poin tersebut, maka akan lebih mudah untuk menilai calon aktor/aktris yang ikut audisi. Pada hari pelaksanaan audisi, pastikan seluruh aspek yang dibutuhkan sudah siap. Tunjukkan keprofesionalan dalam melaksanakan audisi agar calon aktor/aktris semakin yakin untuk bekerja sama dan bisa berakting dengan sepenuh hati.

 

5. Pemanggilan Kembali

Dari audisi awal yang sudah dilakukan, kandidat pemeran akan dipersempit agar lebih mudah memilih. Jika tim casting masih bingung antara beberapa kandidat untuk satu peran, terkadang audisi berikutnya dilakukan. Ronde audisi kali ini bisa jadi akan menyuruh calon-calon aktor/aktris memainkan adegan tertentu dengan lawan mainnya. Tujuannya adalah untuk menilai chemistry mereka. Pada tahap ini, interaksi antara aktor dan kecocokan dengan pemeran lain juga dievaluasi hingga tim casting menemukan pilihan yang paling tepat.

Tergantung berapa banyak kandidat yang dipertimbangkan, pemanggilan calon aktor/aktris kembali bisa dilakukan beberapa kali.

 

6. Screen Test

Saat tinggal tersisa sedikit kandidat, screen test dilakukan. Di tahap ini, calon aktor/aktris yang sudah dipersempit akan diminta datang untuk melakukan adegan. Mereka bahkan bisa diminta untuk memakai kostum dan berakting langsung dengan kandidat lain. Kali ini, adegan yang mereka perankan akan direkam agar tim casting bisa melakukan evaluasi lebih lanjut dan memilih dengan lebih yakin. Tergantung hasilnya, mereka bisa langsung memutuskan atau mengadakan pemanggilan lagi. Proses semacam ini akan terus berulang sampai menemukan kandidat yang tepat.

 

7. Pemberian Tawaran Peran

Setelah semua audisi, evaluasi, dan seleksi penentuan peran oleh tim casting, sutradara, dan produser selesai, tim casting menghubungi aktor/aktris yang terpilih untuk memberikan tawaran peran. Keputusan mereka bisa didasarkan pada banyak aspek mulai dari kemampuan akting, kemiripan dengan karakter, serta chemistry dengan pemeran lainnya. Jika aktor/aktris menerima tawaran tersebut, maka mereka secara resmi menjadi bagian dari produksi film dan terikat kontrak pekerjaan.

0

About the Author:

  Pos Berhubungan
  • No related posts found.

Add a Comment