Blog

Step by Step Stop Motion

Posted by:

Sumber: Unsplash.com

 

Stop motion adalah sebuah teknik pembuatan animasi. Teknik ini memanfaatkan objek, mengubah-ubah gerakan atau posenya, lalu memotret setiap perubahannya. Semua hasil foto nantinya disatukan sesuai urutan dan akan terlihat seperti bergerak. Ada banyak jenis stop motion tergantung objek yang dipakai. Ada claymation yang menggunakan plastisin, puppet animation yang menggunakan boneka, cutout animation yang menggunakan gambar, dan masih banyak lagi.

Albert E. Smith dan J. Stuart adalah yang pertama kali mempelopori teknik ini di tahun 1898 dalam filmnya yang berjudul The Humpty Dumpty Circus. Mereka menggunakan set boneka kayu mainan milik anak Albert Smith untuk menjadi objek dalam film. 

Sekarang, teknik ini sudah sangat dikenal dan dipakai untuk membuat berbagai film terkenal. Beberapa film animasi terkenal yang menggunakan teknik ini contohnya adalah Shaun the Sheep, Coraline, Corpse Bride, dan The Nightmare Before Christmas. 

Untuk bisa membuat animasi stop motion, butuh dedikasi, ketelitian dan kesabaran yang besar, lho. Kira-kira bagaimana caranya kita bisa membuat sebuah animasi stop motion?

 

Langkah 1: Buat Konsep atau Storyboard

Setiap karya animasi pasti butuh konsep. Buatlah konsep dan storyboard dari cerita  yang ingin kamu buat menjadi stop motion. Storyboard yang kamu buat tidak perlu sempurna. Yang penting alur dan adegannya jelas agar kamu tahu apa yang ingin kamu ceritakan dan akan mudah jika kamu ingin menggantinya nanti.

 

Langkah 2: Siapkan Peralatan dan Objek yang Akan Dipakai

Kamu perlu kamera untuk membuat stop motion. Kamera apa saja boleh, DSLR ataupun kamera smartphone tidak masalah. Kamu juga perlu menyiapkan tripod agar kamera tidak bergerak dan aplikasi editing untuk mengedit video di akhir. Selain peralatan untuk memotret kamu juga perlu menyiapkan objek yang akan menjadi ‘aktor’ dalam animasi stop motion, misalnya boneka, mainan, kertas bergambar, atau dirimu sendiri, tergantung pada konsep animasi yang mau kamu buat. Perhatikan detail-detail pada objek aktormu seperti kostum, warna, bentuk, dan lain sebagainya agar sesuai dengan peran yang dimainkan.

 

Langkah 3: Pembuatan Set dan Perlengkapan

Set adalah latar belakang atau tempat di mana kamu akan melakukan pengambilan gambar. Apapun bisa kamu gunakan sebagai latar belakang, misalnya kertas, kain, papan kayu, langsung di tembok rumahmu, atau apa saja yang sesuai dengan adegan storyboard yang sudah kamu buat. Perlengkapan adalah properti yang kamu butuhkan dalam setiap adegan agar hasil stop motion sesuai yang kamu harapkan. Jika dalam skenariomu ada adegan seseorang menaiki sepeda, tentunya kamu akan butuh sepeda sebagai properti.

 

Langkah 4: Pengambilan Gambar

Setelah set dan objek aktor siap, proses pengambilan gambar dimulai. Langkah ini adalah langkah yang paling memakan waktu dalam pembuatan animasi stop motion. Kamu harus mengubah posisi atau menggerakkan objek aktormu dan memotret setiap perubahannya. 

Jangan lupa pastikan keadaan pencahayaan ke arah objek aktor sudah tepat saat kamu melakukan pengambilan gambar agar hasil foto yang kamu dapatkan bagus dan tidak akan terlalu susah untuk mengeditnya nanti.

 

Langkah 5: Mengedit

Setelah pengambilan gambar selesai, selanjutnya adalah mengedit. Kamu bisa menggunakan program editing video apapun di laptop atau handphone-mu seperti Adobe Premiere Shot, Filmora dan FilmoraGO, Capcut, Kinemaster, Canva, dan masih banyak lagi. 

Dalam tahap ini, kamu akan merangkai gambar-gambar yang tadi sudah kamu ambil sesuai dengan urutannya agar terlihat seperti bergerak. Kamu juga bisa menambahkan efek-efek lain seperti suara, musik, atau efek khusus lainnya agar video animasi stop motion buatanmu semakin menarik.

 

Langkah 6: Tonton dan Revisi

Setelah animasi awal selesai, penting untuk melihatnya secara keseluruhan dari awal sampai akhir dan memeriksa apakah pergerakan objek dan alur cerita berjalan sesuai yang kamu inginkan. Jika kamu merasa ada pergerakan yang kurang natural, kamu bisa melakukan revisi dengan pengambilan gambar ulang dan menyempurnakannya lagi di tahap editing.

Setelah kamu yakin animasi stop motion yang kamu buat sudah bagus, kamu juga bisa membagikannya di media sosial atau menjadikannya portofolio. Mintalah masukan-masukan dari teman-temanmu yang menonton dan teruslah berkarya agar kamu bisa membuat animasi stop motion yang lebih menarik lagi!

0

About the Author:

  Pos Berhubungan
  • No related posts found.

Add a Comment